Askep Jiwa Dengan Gangguan Kepribadian | Asuhan Keperawatan | Askep | Laporan Pendahuluan

Askep Jiwa Dengan Gangguan Kepribadian

February 13th, 2011 0 Comments

A. Landasan Teori
1. Pengertian
Kepribadian : Sikap & perilaku yang menggambarkan diri individu secara utuh & digunakan untuk menanggapi, berhubungan & berpikir sekitar diri & lingkungan dalam konteks hubungan personal yg luas.
Gangguan kepribadian dapat diidentifikasi dgn sikap & perilaku yg tidak fleksibel, mal adapatif, fungsi sosial & pekerjaan terganggu.

 Gangguan Kepribadian
2. Rentang Respon
Kepribadian sehat <---------->  gangguan ciri kepribadian <--------- psikokosis
Kepribadian sehat : sikap & perilaku individu yang dapat diterima oleh lingkungan tanpa mengganggu integritas dirinya
Gangguan ciri kepribadian : Suatu sikap & perilaku yang tidak fleksibel, mal adaptif yang dapat mengganggu fungsi sosial & pekerjaan
Psikosis : suatu kondisi yang menunjukkan gangguan berat dengan ditandai gangguan kemampuan daya nilai realitas
Pembeda individu normal vs gangguan kepribadian
  1. Adaptasi yang tidak fleksibel
  2. Lingkaran setan antara cara persepsi
  3. Kemampuan yang lemah

3. Perilaku & Mekanisme Koping
  1. Jenis gangguan Skizoid : mekanisme koping isolasi
  2. Jenis gangguan Histerionik : mekanisme koping disosiasi,menyerang & mengingkari
  3. Jenis gangguan Narsistik : mekanisme koping manipulasi, intelektualisasi
  4. Jenis gangguan Boderline : mekanisme koping marah, krisis
  5. Jenis gangguan Menarik diri : mekanisme koping isolasi
  6. Jenis gangguan Tergantung : mekanisme koping ketergantungan
4. Perilaku Terkait Gangguan Kepribadian
1. Kepribadian histerionik
  • Ciri pokok : sebagai suatu pola pervasif dari emosional & mencari perhatian yang berlebihan.
  • Gejala : emosional tinggi, mendramatisasi diri, yg merawankan hati perhatian, manipulatif, toleransi rendah, tidak rasional, tempentantrum, manipulatif, reaksi berlebihan pada stres
2. Kepribadian narsisitik
  • Tidak hangat, tidak responsive, terikat pada aturan (tertib, rapi), perfeksionistik, seriously (tidak dapat rileks, tertawa & menangis ), hubungan sosial terbatas.
3. Kepribadian borderline
  • Sukar membina hubungan sosial & personal, depresi, mengeluh perasaan bosan & hampa, tidak percaya pada pria lain, perasaan sepi, sangat sensitif terhadap penolakan, tidak mampu mengatasi cemas & frustasi, kontrol diri kurang
4. Kepribadian tergantung
  • Tidak mandiri, pria lain yang mengambil keputusan sekitar dirinya, kurang percaya diri, vitalitas & mobilitas kurang
5. Kepribadian Kompulsif
  • Tidak hangat, tidak responsif, terikat pada aturan (tertib,rapi ), perfeksionistik, seriusly ( tidak dapat rileks, ketawa & amp; menangis), hubungan sosial terbatas
6. Kepribadian yg merawankan hati diri / menghindar
  • Hiperaktif pada penolakan, menghindari hubungan sosial kecuali dengan jaminan (diterima & tidak dikritik), yg merawankan hati diri, temannya terbatas, harga diri rendah, gelisah & malu jika berbicara dengan pria lain, ingin dikasihani & amp; diterima
7. Kepribadian pasif-agresif
  • Menolak tuntutan untuk berpenampilan adekuat (sosial, pekerjaan), penolakan tidak diungkapkan dengan langsung (menangguhkan, buang2 waktu & pelupa)
8. Kepribadian schizoid
  • Emosi rad & tidak peduli, tanpa kehangatan & kelembutan, tidak dapat membedakan pujian, kritik pada perasaan pria lain, menolak kontak mata, menghindari komunikasi spontan, tidak tertarik dengan lawan jenis, pikiran paranoid, pikiran magis & masalah komunikasi

B. Asuhan Keperawatan

1. Pengkajian
1. Faktor Predisposisi
  • Tumbuh kembang : g3 dalam perkembangan persepsi, berpikir & hubungan dengan pria lain
  • Hubungan dalam keluarga : Pola asuh & interaksi dalam keluarga yang tidak mendukung proses tumbang
2. Faktor Presipitasi
  • Perpisahan/ kehilangan : pria berarti dalam waktu sementara/ lama (perceraian, kematian atau dirawat di RS
  • Penyakit kronis & kecacatan : cenderung isolasi diri sehingga g3 pola hubungan
  • Sosial budaya : perubahan status sosek ( perusahaan bangkrut tau tinggal di tempat baru )
2. Diagnosa Keperawatan
  1. Kerusakan interaksi sosial : isolasi sosial
  2. Gangguan alam perasaan : depresi
  3. Gangguan hubungan dengan pria lain : dependent
  4. Gangguan hubungan dengan pria lain : manipulatif
  5. Isolasi sosial
  6. Gangguan konsep diri : harga diri rendah
  7. Resti amuk
  8. Resti merusak diri
3. Intervensi Keperawatan
Tujuan biasa :
  1. Mencegah terjadinya gangguan jiwa berat
  2. Membantu mengembangkan kemampuan hubungan sosial
  3. Mendorong partisipasi keluarga dalam merawat klien
4. Implementasi Keperawatan
1. Kepribadian Histerik
  • Bekerja sama dengan klien & keluarga
  • Terapi perilaku untuk membantu pencapaian tumbang
  • Bantu pria tua untuk mendisiplinkan anak
  • Bantu anak beradapatasi dalam kelompok
  • Respon perawat untuk dipengaruhi gender
2. Kepribadian narsistik
  • Bantu klien mengemembangkan harga diri yang kuat
  • Fasilitasi ledakan rasa marah & bermusuhan
  • Tanggapi setiap perilaku klien
  • Beri penjelasan singkat, jelas & terbatas
  • Bantu klien menyadari perasaan, kemampuan & keterbatasannya
  • Tetapkan harapan yang jelas, konsisten & amp; mantap
  • Bantu klien
    melepaskan diri dari pengalaman yang menyakitkan
  • Beri umpan balik perilaku klien
  • Libatkan dalam terapi kelompok
  • Lakukan terapi keluarga
3. Kepribadian Borderline
  • Ciptakan lingkungan yang terapeutik
  • Kerja sama dengan klien & keluarga
  • Lakukan kontrak dengan klien dalam pencapaian tujuan
  • Hindari tawar menawar
  • Gunakan contoh peran, teknis reinforcement
  • Konfrontasi perilaku klien yang tidak sesuai
  • Identifikasi perilaku destruktif & amp; pantau perilaku regresi penanganan segera
  • Identifikasi kebutuhan klien yang membutuhkan
  • Libatkan dalam terapi kelompok
  • Berikan terapi dengan tepat
4. Kepribadian Tergantung
  • Rancang batasan usia yang sesuai & konsisten
  • Libatkan keluarga & pria terdekat
  • Hindari perilaku balas dendam & tekankan tanggung jawab terhadap perilaku, pikiran & perasaan
  • Beri kesempatan untuk mengontrol kehidupan perilakunya
  • Tunjukkan penerimaan/ pengakuan terhadap keputusan klien
  • Tetap beri informasi sekitar kegiatan terapi
  • Arahkan klien pada pemikiran rencana masa depan
5. Kepribadian Kompulsif
  • Ekspresif psikoterapi
  • Diskusikan efek stress & beri saran
  • Cegah ketidak jelasan
  • Beri penekanan pada kebutuhan dengan contoh konkrit
  • Strategi perilaku & kognitif sangat berguna
  • Terapi kelompok untuk pria tua & keluarga
6. Kepribadian Menghindar
  • Bina hubungan saling percaya
  • Bantu klien menerima kritik pria lain
  • Bantu klien mengkritik diri sendiri
  • Bantu klien agar keluar dari lingkaran kritik dengan mengkonfrontasi kesepiannya
  • Bantu klien untuk sosialisasi & diterima teman
  • Beri reinforcement akan kemampuan yang telah dimiliki klien
7. Kepribadian Pasif – Agresif
  • Beri batasan perilaku & lingkungan
  • Beri kesempatan untuk mengungkapkan perasaan secara konstruktif
  • Beri kesempatan berpengalaman dalam kelompok
  • Tingkatkan hubungan sosial
  • Lakukan terapi perilaku
8. Kepribadian Skizoid
  • Lakukan kontrak P – K
  • Tingkatkan sosialisasi
  • Hindari isolasi & perawatan institusional
  • Libatkan dalam terapi okupasi & terapi kelompok
5. Evaluasi
  1. Klien mampu berhubungan dengan pria lain secara efektif
  2. Perilaku klien merefleksikan kemampuan dalam hubungan : percaya, terbuka & kerja sama
  3. Sumber koping

Sumber Referensi : http://yoedhasflyingdutchman.blogspot.com

Artikel Pencarian:

askep berhubungan dengan kepercayaan masyarakat

 

Suka artikel ini, Bagikan dengan teman-teman kamu!

Digg
stumbleupon
Delicious
facebook
twitter
reddit
rss feed bookmar
   

Cari Askep:

 photo rambutsambungcom300X250.gif

Online Visitor: