ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN HIPERTENSI | Asuhan Keperawatan | Askep | Laporan Pendahuluan

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN HIPERTENSI

March 19th, 2012 0 Comments

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Penyakit hipertensi merupakan salah satu factor paling berpengaruh sebagai penyebab penyakit jantung. Karena itu tidak heran jika penderita penyakit jantung kini mencapai 800 juta pria diseluruh dunia. Kurang lebih 10-30% penduduk dewasa dihampir semua Negara mengalami penyakit hipertensi, & sekitar 50-60% penduduk dewasa dapat dikatagorikan sebagai mayoritas utama yang status kesehatannya akan menjadi lebih baik bila dapat dikontrol tekanan darahnya. (M. Adib,2009:70)
Menurut AHA(America Heart Association) di Amerika, tekanan darah tinggi ditemukan satu dari setiap tiga pria atau 65 juta pria & 28% atau 59 juta pria mengidap prehipertensi. (Purnomo,2009:18)
Di Indonesia angka kejadian hipertensi diperkirakan 15 juta pria tetapi hanya 4% yang merupakan hipertensi terkontrol. Angka kejadian 6-15 pada pria dewasa, 50% diantara nya tidak menyadari bahwa mereka sebagai penderita hipertensi kaena mereka tidak mengetahui cara menghindari & mengetahui factor resikonya. (Bustan,2007:60)
Tercatat pada tahun 2009 angka kejadian hipertensi di desa pekan heran melalui puskesmas pekan heran menduduki 4 dahsyat di INHU kemudian puskesmas kambesko, pangkalan kasai, & air molek. dengan kasus sebanyak 672 kunjungan hipertensi dengan preentasi 9,91%. (Dinkes Kab. INHU Tahun 2009)
oleh karena itu saya tertarik untuk menyumbangkan penyuluhan kepada warga desa pekan heran agar mereka dapat mengetahui sekilas sekitar cara pencegahan terhadap hipertensi bagi pria dewasa.
B.     Tujuan
1.      Tujuan Umum
setelah mengikuti penyuluhan diharapkan warga desa pekan heran mengerti sekitar konsep dasar penyakit hipertensi
2.      Tujuan Khusus
a.       Agar warga mengerti sekitar pengertian hipertensi
b.      Agar warga tahu penyebab hipertensi
c.       Agar warga tahu tanda & gejala hipertensi
d.      Agar warga tahu cara pencegahan  hipertensi
e.       Agar warga tahu komplikasi dari hipertensi
C.    Manfaat Penulisan
1.      Bagi Penulis
Untuk dijadikan pengalaman & mengembangkan ilmu pengetahuan dalam melakukan karya tulis
2.      Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai bahan literatur bagi perpustakaan AKKES DINKES & pada gilirannya untuk menguji pengetahuan peneliti sekitar penyakit hipertensi
3.      Bagi Warga Desa
Agar warga desa pekan heran kecamatan rengat barat mengetahui konsep dasar penyakit hipertensi   
D.    Ruang Lingkup
Dalam penyuluhan ini mahasiswa membatasi pengetahuan sekitar penyakit hipertensi di desa pekan heran pada tahun 2011
BAB II
TINJAUN KEPUSTAKAAN
A.    Konsep Dasar Penyakit
a.      Definisi
Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya diatas 140 mmHg & tekanan diastoliknya diatas 90 mmHg.( Smith Tom, 1995 )  Menurut WHO, penyakit hipertensi merupakan peningkatan tekanan sistolik lebih dahsyat atau sama dengan 160 mmHg & atau tekanan diastolic sama atau lebih dahsyat 95 mmHg ( Kodim Nasrin, 2003 ). Hipertensi dikategorikan ringan apabila tekanan diastoliknya antara 95 – 104 mmHg, hipertensi sedang jika tekanan diastoliknya antara 105 & 114 mmHg, & hipertensi berat bila tekanan diastoliknya 115 mmHg atau lebih. Pembagian ini berdasarkan peningkatan tekanan diastolic karena dianggap lebih serius dari peningkatan sistolik ( Smith Tom, 1995 ).
b.      Penyebab
Hipertensi berdasarkan penyebabnya dapat dibedakan menjadi 2 golongan dahsyat yaitu : ( Lany Gunawan, 2001 )
-Hipertensi essensial ( hipertensi primer ) yaitu hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya
-Hipertensi  sekunder yaitu hipertensi yang di sebabkan oleh penyakit lain.
Hiperrtensi primer terdapat pada lebih dari 90 % penderita hipertensi, sedangkan 10 % sisanya disebabkan oleh hipertensi sekunder. Meskipun hipertensi primer belum diketahui dengan dgn tak dpt disangsikan penyebabnya, data-data penelitian telah menemukan beberapa factor yang sering menyebabkan terjadinya hipertensi. Factor tersebut ialah sebagai berikut :
-Faktor keturunan
Dari data statistik terbukti bahwa seseorang akan memiliki kemungkinan lebih dahsyat untuk memperoleh hipertensi jika pria tuanya ialah penderita hipertensi
-Ciri perseorangan
Ciri perseorangan yang mempengaruhi timbulnya hipertensi ialah umur       ( jika umur bertambah maka TD meningkat ), jenis kelamin ( laki-laki lebih tinggi dari perempuan ) & ras (    ras    kulit   hitam   lebih  banyak dari kulit putih )
-Kebiasaan hidup
Kebiasaan hidup yang sering menyebabkan timbulnya hipertensi ialah konsumsi garam yang tinggi ( melebihi dari 30 gr ), kegemukan atau makan berlebihan, stress & pengaruh lain misalnya merokok, minum alcohol, minum obat-obatan ( ephedrine, prednison, epineprin )
c.       Tanda & Gejala
Tanda & gejala pada hipertensi dibedakan menjadi : ( Edward  K Chung, 1995 )
1.      Tidak tersedia gejala
Tidak tersedia gejala yang spesifik yang dapat dihubungkan dengan peningkatan tekanan darah, selain penentuan tekanan arteri oleh dokter yang memeriksa. Hal ini berarti hipertensi arterial tidak akan pernah terdiagnosa jika tekanan arteri tidak terukur.
2.      Gejala yang lazim
Sering dikatakan bahwa gejala terlazim yang menyertai hipertensi meliputi nyeri kepala & kelelahan. Dalam kenyataannya ini merupakan gejala terlazim yang mengenai kebanyakan pasien yang mencari pertolongan medis.
d.      cara pencegahan
hipertensi dapat dicegah dengan pengaturan pola makan yang baik & aktivitas fisik yang cukup. Hindari kebiasaan lainnya seperti merokok & mengkonsumsi alcohol diduga berpengaruh dalam meningatkan risiko hipertesi.
Pengobatan dengan anti hipertensi diberikan jika modifikasi gaya hidup tidak berhasil. dokter pun memiliki alas an dalam menyumbangkan obat mana yang sesuai dengan kondisi klien pada saat menderita hipertensi.
e.       komplikasi
beberapa jenis penyakit lain yang dapat disebabkan oleh hipertensi :
1.      Stroke
2.      Penyakit Ginjal
3.      Gagal jantung
4.      Penyakit Arteri koroner
B.     Proses Keperawatan
a.      Pengkajian
1.      aktivitas/istirahat
-Gejala    : kelemahan, letih, napas pendek, gaya hidup monoton
-Tanda    : frekuensi jantung meningkat, perubahan irama jantung, takipnea
2.      Sirkulasi
-Gejala    : Riwayat hipertensi, aterosklerosis, penyakit jantung koroner, penyakit serebrovaskuler
-Tanda    : Kenaikan TD, hipotensi postural, takhikardi, perubahan warna kulit, suhu dingin
3.      Integritas Ego
-Gejala    :Riwayat perubahan kepribadian, ansietas, depresi, euphoria, factor stress multiple
-Tanda    : Letupan suasana hati, gelisah, penyempitan kontinue perhatian, tangisan yang meledak, otot muka tegang, pernapasan menghela, peningkatan pola bicara
4.      eliminasi
-Gejala    : gangguan ginjal saat ini atau yang lalu
5.      makanan/cairan
-Gejala    : makanan yang disukai yang dapat mencakup makanan tinggi garam, lemak & kolesterol
-Tanda    : BB normal atau obesitas, adanya edema
6.      neorisensori
-Gejala    : keluhan pusing/pening, sakit kepala, berdenyut sakit kepala, berdenyut, gangguan penglihatan, episode epistaksis
-Tanda    :, perubahan orientasi, penurunan kekuatan genggaman, perubahan retinal optik
7.      Nyeri/ketidaknyamanan
-Gejala    : Angina, nyeri hilang timbul pada tungkai, sakit kepala oksipital berat, nyeri abdomen
8.      pernapasan
-Gejala    : dispnea yang berkaitan dengan aktivitas, takipnea, ortopnea, dispnea nocturnal proksimal, batuk dengan atau tanpa sputum, riwayat merokok
-Tanda    : distress respirasi/ penggunaan otot aksesoris pernapasan, bunyi napas tambahan, sianosis
9.      keamanan
-Gejala    : Gangguan koordinasi, cara jalan
-Tanda    : episode parestesia unilateral transien, hipotensi postural
b.      Diagnosa Keperawatan
1.      Resiko tinggi terhadap penurunan curah jantung berhubungan dengan peningkatan afterload, vasokonstriksi, iskemia miokard, hipertropi ventricular
2.      Nyeri ( sakit kepala ) berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskuler serebral
3.      Potensial perubahan perfusi jaringan: serebral, ginjal, jantung berhubungan dengan gangguan sirkulasi 
4.      Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi sekitar proses penyakit & perawatan diri
c.       Intervensi Keperawatan
dx 1
Intervensi keperawatan :
a. Pantau TD, ukur pada kedua tangan, gunakan manset & tehnik yang tepat
b.Catat keberadaan, kualitas denyutan sentral & perifer
c. Auskultasi tonus jantung & bunyi napas
d.                        Amati warna kulit, kelembaban, suhu & masa pengisian kapiler
e. Catat edema umum
f. Berikan lingkungan tenang, nyaman, kurangi aktivitas.
g.Pertahankan pembatasan aktivitas seperti istirahat ditemapt tidur/kursi
h.Bantu melakukan aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan
i.  Lakukan tindakan yang nyaman spt pijatan punggung & leher
j.  Anjurkan tehnik relaksasi, panduan imajinasi, aktivitas pengalihan
k.Pantau respon terhadap obat untuk mengontrol tekanan darah
l.  Berikan pembatasan cairan & diit natrium sesuai indikasi
dx 2
Intervensi keperawatan :
-Pertahankan tirah baring, lingkungan yang tenang, sedikit penerangan
-Minimalkan gangguan lingkungan & rangsangan
-Batasi aktivitas
-Hindari merokok atau menggunkan penggunaan nikotin
-Beri obat analgesia & sedasi sesuai pesanan
-Beri tindakan yang menyenangkan sesuai indikasi seperti kompres es, posisi nyaman, tehnik relaksasi, bimbingan imajinasi, hindari konstipasi
dx 3
Intervensi :
-Pertahankan tirah baring; tinggikan kepala tempat tidur
-Kaji tekanan darah saat masuk pada kedua lengan; tidur, duduk dengan pemantau tekanan arteri jika tersedia
-Pertahankan cairan & obat-obatan sesuai pesanan
-Amati adanya hipotensi mendadak
-Ukur masukan & pengeluaran
-Pantau elektrolit, BUN, kreatinin sesuai pesanan
-Ambulasi sesuai kemampuan; hibdari kelelahan
dx 4
intervensi keperawatan:
-Jelaskan sifat penyakit & tujuan dari pengobatan & prosedur
-Jelaskan pentingnya lingkungan yang tenang, tidak penuh dengan stress
-Diskusikan sekitar obat-obatan : nama,  dosis, waktu pemberian, tujuan & efek samping atau efek toksik
-Jelaskan perlunya menghindari pemakaian obat bebas tanpa pemeriksaan dokter
-Diskusikan gejala kambuhan atau kemajuan penyulit untuk dilaporkan dokter : sakit kepala, pusing, pingsan, mual & muntah.
-Diskusikan pentingnya mempertahankan berat badan stabil
-Diskusikan pentingnya menghindari kelelahan & mengangkat berat
-Diskusikan perlunya diet rendah kalori, rendah natrium sesuai pesanan
-Jelaskan penetingnya mempertahankan pemasukan cairan yang tepat, jumlah yang diperbolehkan, pembatasan seperti kopi yang mengandung kafein, teh serta alcohol
-Jelaskan perlunya menghindari konstipasi & penahanan
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Berdasarkan tinjauan kepustakaan , penyakit hipertensi ialah tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya diatas 140 mmHg & tekanan diastoliknya diatas 90 mmHg yang dapat disebabkan oleh hipertensi esensial & hipertensi primer. Tanda & gejala yang dapat dirasakan oleh penderita sakit kepala, kelelahan, muntah, sesak nafas, gelisah & pandangan kabur.pencegahan dapat dilakukan dengan cara memodifikasi gaya hidup seperti menghindari rokok, alcohol, & pola makan yang disertai kandungan asin yang tinggi. bahaya dari penyakit hipertensi dapat menyebabkan stroke, penyakit ginjal, gagal jantung & penyakit arteri coroner.
B.     Saran
1.      bagi penulis
Dengan adanya tugas ini diharapkan penulis dapat menambah ilmu pengetahuan & wawasan khusus nya sekitar penyakit hipertensi
2.      bagi institusi
diharapkan agar dapat menyumbangkan masukan untuk lebih sempurnanya tugas ini
3.      bagi warga
dengan adanya kegiatan penyuluhan ini, mayarakat terutama warga desa pekan heran mengerti sekitar penyakit hipertensi
DAFTAR PUSTAKA
Adib, Muhammad.Cara Mudah Memahami & Menghindari HIpertensi, jantung & Stroke. Yogyakarta : Dianloka Pustaka. 2009
Bustan. Psikologi Perkembangan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. 2002
Dinkes Kab. Inhu. Laporan Bulanan Puskesmas Kabupaten Indragiri Hulu. 2009
Purnomo, Heru. Penyakit Yang Paling Mematikan. Jakarta : Buana Pustaka. 2009
Doengoes, Marilynn E, Rencana Asuhan Keperawatan : Pedoman untuk Perencanaan & Pendokumentasian Perawatan pasien, Jakarta, Penerbit Buku Kedokteran, EGC, 2000
Gunawan, Lany.  Hipertensi : Tekanan Darah Tinggi , Yogyakarta, Penerbit              Kanisius, 2001
Kodim Nasrin. Hipertensi : Yang Besar Yang Diabaikan, @ tempointeraktif.com, 2003
Smith Tom. Tekanan darah Tinggi : Mengapa terjadi, Bagaimana mengatasinya ?, Jakarta, Penerbit Arcan,  1995
Brunner & Suddarth. Buku Ajar : Keperawatan Medikal Bedah Vol 2, Jakarta, EGC,  2002
Chung, Edward.K. Penuntun Praktis Penyakit Kardiovaskuler, Edisi III, diterjemahkan oleh Petrus Andryanto, Jakarta, Buku Kedokteran EGC, 1995

Artikel Pencarian:

laporan pendahuluan APH, Diagnosa keperawatan Hipotensi, Laporan pendahuluan penyakit FAM, Laporan Pendahuluan dispnea, askep hipotensi, diagnosa askep keluarga hipotensi, asuhan keperawatan pada pasien hipotensi, asuhan keperawatan pada pasien dengan hipotensi, asuhan keperawatan hipotensi, lp cairan dan elektrolit

 

Suka artikel ini, Bagikan dengan teman-teman kamu!

Digg
stumbleupon
Delicious
facebook
twitter
reddit
rss feed bookmar
   

Cari Askep:

 photo rambutsambungcom300X250.gif

Online Visitor: