Tanda-Tanda Persalinan Pada Ibu Hamil | Asuhan Keperawatan | Askep | Laporan Pendahuluan

Tanda-Tanda Persalinan Pada Ibu Hamil

June 25th, 2011 0 Comments

Waktu kelahiran bayi tidak bisa diprediksi secara pasti, paling hanya diberikan rentang waktu kapan bayi akan lahir, malah kadang2 bisa melewati waktu perkiraan persalinan(kehamilan lewat waktu). Sampai detik ini selain itu para ahli belum bisa memastikan apa yang memicu persalinan (trigger-nya). Sehingga kapan pastinya persalinan memulai hanya menjadi rahasia Tuhan.

Tubuh melakukan persiapan untuk proses kelahiran dimulai satu bulan sebelumnya. Berikut ini gejala2 yang mungkin dirasakan ibu ketika waktu persalinan sudah dekat:

Bayi terasa “turun”.
Pada kehamilan pertama, bumil akan merasakan rasa berat didaerah panggul (seperti tersedia yang mau keluar). Hal ini terjadi akibat penekanan kepala bayi pada jalan lahir.

Kontraksi Braxton Hicks yang semakin sering.
Kontraksi Braxton Hicks yang semakin sering & kuat dapat merupakan petunjuk akan persalinan yang sudah dekat. Nyeri dirasakan seperti rasa kram saat haid. Kadang2 saat persalinan sudah dekat, kontraksi Braxton Hicks relatif nyeri dengan interval 10-20 menit. Tapi jika kontraksi tidak semakin lama, menguat & intervalnya memendek maka kemungkinan suatu persalinan palsu.

Leher rahim akan “matang”.
Dalam hitungan hari atau minggu sebelum persalinan, kontraksi Braxton Hicks akan melembutkan, menipiskan & bahkan membuka leher rahim sedikit. Pada wanita yang pernah melahirkan leher rahim biasanya sudah terbuka 1-2 cm sebelum persalinan.

Bloody Show
Keluar lendir bercampur darah. Darahnya bisa berwarna kecoklatan, merah jambu atau merah darah. Bloody Show ini sebetulnya merupakan sumbatan lendir (mukus) di leher rahim yang terjadi di akhir kehamilan. Lendir ini selain itu bisa keluar duluan saat ML atau saat dilakukan pemeriksaan dalam. Jika hal ini yang terjadi maka bisa saja persalinan tidak mulai2.

Keluar air2 (pecah ketuban).
Jika selaput ketuban pecah, maka akan terjadi kebocoran air ketuban. Secara sederhana dapat dikenali dengan ciri tidak bisa ditahan & baunya rada amis (kala pipis masih bisa di tahan & baunya pesing). Pada umumnya ketuban ini akan pecah belakangan yaitu saat pembukaan hampir lengkap atau pembukaan lengkap, namun tersedia sebagian wanita yang mengalami pecah ketuban dulu kemudian diikuti rasa sakit persalinan. Tetapi jika persalinan tidak selain itu muncul maka akan dilakukan induksi persalinan kemudian waktu tertentu (umumnya 6 jam), mengingat risiko infeksi pada bayi & ibu yang akan terjadi.

Sangat sulit untuk mengetahui dengan dgn tak dpt disangsikan kapan tepatnya persalinan “asli” bermula karena adanya kontraksi Braxton Hicks ini. Sebagai patokan sederhana jika kontraksi/rasa sakit persalinan tadi semakin pendek intervalnya, semakin kuat & lama intensitasnya & apapun yang dilakukan bumil tidak menghilangkan sakit tersebut maka boleh dikatakan persalinan “asli” sudah mulai/terjadi.

Kapan harus dibawa ke penolong persalinan ? Ibu hamil jangan buru2 pergi mencari pertolongan jika muncul “bloody show”. Jika kehamilannya tidak tersedia risiko (hamil normal) cari pertolongan jika kontraksinya sudah setiap 15 menit sekali. untuk diketahui, saat pembukaan lengkap, interval kontraksi terjadi saban 2-3 menit sekali dengan durasi bisa lebih dari 40 detik.

Hal2 berikut perlu diperhatikan & harus segera dibawa ke penolong persalinan:
* Pecah ketuban, ditandai dengan keluarnya air2 yang banyak.
* Bayi kurang aktif.
* Terjadi perdarahan (bleeding), nyeri perut yang konstan atau demam.
* Terjadi kontraksi sebelum usia hamil 37 minggu.
* Sakit kepala yang berat, pembengkakan (edema) pada kaki & perut, nyeri ulu hati.

Terakhir, sebagian wanita berpandangan bahwa berbagai gejala yang timbul ialah hanya bagian & bawaan kehamilan, sementara bagi sebagian lainnya setiap gejala baru yang muncul dianggap sebagai masalah. Dengan mengetahui gejala2 mana saja yang tidak boleh dianggap sepele dapat membantu ibu hamil menentukan sikap yang tepat untuk pergi ke penolong persalinan.

Karena setiap kehamilan berbeda, maka jika tidak yakin gejala yang timbul serius atau tidak, tersedia baiknya mendatangi penolong persalinan untuk dipastikan bahwa memang gejala yang timbul tidak serius.

source: blog dr. didi, Sp.OG
blog editor; dr. wahyu triasmara

 

Suka artikel ini, Bagikan dengan teman-teman kamu!

Digg
stumbleupon
Delicious
facebook
twitter
reddit
rss feed bookmar
   

Cari Askep:

 photo rambutsambungcom300X250.gif

Online Visitor: